Pengertian
Seni Budaya
Seni merupakan suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan
kecakapan yang luar biasa sehingga merupakan sesuatu yang elok atau indah.
Kebutuhan akan seni budaya merupakan kebutuhan manusia yang lebih tinggi
diantara urutan kebutuhan lainnya. Seni budaya berkaitan langsung dengan
kesejahteraan, keindahan, kebijaksanaan, ketentraman, dan pada puncaknya
merupakan proses evolusi manusia untuk makin dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu, seni budaya akan berkembang apabila masyarakat makmur dan
sejahtera.
A.
Seni Tari
Tari adalah
gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk
keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian
yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud
yang ingin disampaikan.
Menurut
jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi
baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan
pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik. Sedangkan
berdasarkan koreografinya, jenis tari dibedakan menjadi :
a.
Tari tunggal (Solo), Tari tunggal adalah tari
yang diperagakan oleh seorang penari, baik laki-laki maupun perempuan.
Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah ).
b.
Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari
berpasangan adalaah tari yang diperagakan oleh dua orang secara berpasangan.
Contohnya tari Topeng (Jawa Barat).
c.
Tari kelompok ( Group choreography), Tari
kelompok yaitu tari yang diperagakan lebih dari dua orang.
Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok),
pola lantai perlu diperhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian,
antara lain :
1.
Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini,
penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau
sebaliknya.
2.
Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini,
penari berbaris membentuk garis lurus ke samping.
3.
Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini,
penari berbaris membentuk garis menyudut ke kana atau ke kiri.
4.
Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini,
penari membentuk garis lingkaran.
Seni tari yang
ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :
1)
Tari Tradisional
Tari
tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini
diwariskan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung
nilai filosofis, simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari
tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah
2)
Tari Tradisional Klasik
Tari
tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana.
Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan
busananya cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau
penyambutan tamu kehormatan. Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya
Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)
3)
Tari Tradisional Kerakyatan
Berkembang di
kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama juga
iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan
sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin
(Sumatera Barat)
4)
Tari Kreasi Baru
Merupakan
tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata
tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya.
Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga
kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul
istilah tari modern.
5)
Tari Kontemporer
Gerakan tari
kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan
penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya.
iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang
sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.
B.
Pengertian Seni Musik
Sebagai salah
satu bagian dari seni, pengertian seni musik secara umum, merupakan suatu
kumpulan atau susunan bunyi atau nada, yang mempunyai ritme tertentu, serta
mengandung isi atau nilai perasaan tertentu.
Seni musik
(instrument art) adalah bidang seni yang berhubungan dengan alat-alat musik dan
irama yang keluar dari alat musik tersebut. Bidang ini membahas cara
menggunakan instrument musik, masing-masing alat musik mempunyai nada tertentu
di samping itu seni musik juga membahas cara membuat not dan bermacam aliran
musik, misalnya musik vokal dan musik instrument.
Seni musik dapat
disatukan dengan seni vokal. Seni instrument adalah seni suara yang
diperdengarkan melalui media alat-alat musik, sedangkan seni vokal adalah
melagukan syair yang hanya dinyanyikan dengan perantara oral (suara saja) tanpa
iringan instrument musik).
Melihat
pengertian musik tersebut, membawa kita pada pengertian musik yang lebih
menjurus namun bersifat umum, dalam arti bahwa seni musik merupakan salah satu
karya seni.
Pada tingkat
peradaban manusia yang masih rendah, seni musik telah diinterpretasikan sedemikian
rupa pada hampir seluruh aspek kehidupan, masyarakat primitif memanfaatkan
musik tidak hanya sekedar sarana entertainment semata, tetapi mereka
mempergunakannya juga sebagai alat untuk upacara ritual keagamaan, adat
kebiasaan bahkan sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sosial. Apresiasi
mereka menunjukkan bahwa musik mempunyai peran yang cukup urgen dalam kehidupan
manusia.
Salah satu
peran yang cukup menonjol pada seni musik yaitu sebagai mediator. Pada konteks
ini seni musik merupakan bahasa universal yang diekspresikan lewat
simbol-simbol estetis.
Sebagai alat
komunikasi musik menjelma secara substansial menjadi sarana aktivitas
interaktif antara musisi dan audiencenya (pendengar). Pada tingkat inilah seni
musik menunjukkan peran yang cukup luas yang mencakup kehidupan sosial, budaya,
politik, ekonomi dan kehidupan religius (keagamaan).
a.
Instrumen musik
Identitas
musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan
kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya
menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit
dan berbeda-beda, seperti alat music petik sasando dari Pulau
Rote, angklung dari Jawa
Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali
1)
Gamelan
2)
Kecapi suling
3)
Angklung
Angklung
adalah alat musikyang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau
Jawa bagian barat. Angklung terbuat dari tabung
bambu yang terhubung dengan rangka bambu. Angklung dimainkan dengan cara
digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi dalam susunan nada dalam setiap ukuran,
baik besar maupun kecil.
4)
Kolintang
Kolintang
(atau kulintang) adalah alat musik perkusi yang terbuat dari kayu dan perunggu
asal Indonesia bagian timur dan Filipina. Di
Indonesia kolintang dihubungkan dengan orang
Minahasa dari Sulawesi Utara, namun kolintang juga
terkenal di Maluku dan Timor.
5)
Sasando
Sasando
adalah alat musik petik yang berasal dari Pulau
Rote di Nusa Tenggara Timur. Bagian
utama sasando adalah tabung dari bambu dan ganjalan-ganjalan dimana senar
direntangkan. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat
dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas.
b.
Aliran
Aliran musik Indonesia yang beragam menghasilkan kreativitas
musikal bagi orang Indonesia, dan juga pengaruh musik luar dari pertemuan
dengan budaya musik luar yang masuk ke Nusantara. Selain
bentuk-bentuk musik asli Indonesia, beberapa aliran dapat ditelusuri asalnya
dari pengaruh luar; seperti gambus dan qasidah dari musik Islam Timur
Tengah, keroncong dari pengaruh Portugis, dandangdut yang dipengaruhi musik Hindi.
1)
Keroncong
Keroncong terbentuk sejak orang-orang Portugis memasuki Indonesia, yang juga membawa alat
musik Eropa. Pada permulaan 1900-an, musik
ini dianggap sebagai musik berkualitas rendah. Hal ini berubah pada 1930-an, ketika
perfilman Indonesia mulai bergabung dengan musik keroncong, dan mulai berjaya
pada dekade berikutnya, ketika musik ini terhubung dengan perjuangaan kemerdekaan.
Salah
satu lagu keroncong paling terkenal adalah Bengawan Solo, yang
ditulis pada tahun 1940 oleh Gesang Martohartono,
seorang pemusik dari Solo. Lagu
ini ditulis ketikaAngkatan Darat Kekaisaran Jepang menguasai pulau Jawa pada Perang
Dunia II, lagu tersebut (tentang sungai Bengawan
Solo, sungai
terpanjang dan terpenting di Jawa) menjadi populer di kalangan orang Jawa, dan
terkenal di seluruh Indonesia ketika mulai didengarkan di radio. Lagu ini juga
populer di kalangan tentara Jepang, sehingga ketika mereka kembali ke Jepang setelah perang, banyak penyanyi Jepang
menyanyikan lagu tersebut dan membuatnya sebagai best-seller.
2)
Dangdut
C.
Seni Teater
Kata “teater”
secara etimologi adalah serapan dari bahasa Inggris “theater”, yang berarti
“gedung pertunjukan atau dunia sandiwara”. Kata “theater” diturunkan dari
bahasa Yunani “teatron” yang berarti “takjub melihat”.
Dewasa ini kata
“teater” mempunyai dua makna. Pertama, teater yang berarti gedung pertunjukan,
yaitu tempat diselenggarakan suatu pertunjukan. Kedua, teater yang berarti
bentuk tontonan yang dipentaskan di depan orang banyak.
Seni teater
bisa diartikan segala keseluruhan yang mencakup gedung, pekerja (pemain dan kru
panggung), sekaligus kegiatannya (isi pementasan atau peristiwanya). Ada juga
pihak yang mengartikan seni teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan,
baik di panggung maupun arena terbuka. Peristiwa tontonan mencakup tiga
kekuatan, yaitu: pekerja, tempat, dan komunitas penikmat atau penonton, serta
terdiri dari tiga unsur yaitu: kebersamaan, saat, dan tempat, sehingga
peristiwa itu disebut sebagai teater.
Seni teater
merupakan peristiwa yang bisa menempati beberapa posisi. Teater jika dilihat ke
dalam, merupakan tindakan ekspresif yang memperlihatkan gejolak rasional dan
emosional seorang teaterawan (pelakunya) dalam bentuk-bentuk artistik panggung.
Panggung teater dalam posisi ini bisa juga dianggap sebagai salah satu
representasi dari “sikap” sosial-politik masyarakat, di mana seni itu berproses
dan mendapatkan publiknya. Teater jika dilihat ke luar, dapat menempati posisi
juga sebagai peristiwa sosial, sehingga dalam pengertian ini teater adalah
bentuk aktif dari “tindakan” sosial-politik masyarakat.
Sedangkan
pengertian Seni teater definisi bebas ialah suatu peristiwa teater. Juga suatu
pengalaman. Naskah, rencana sutradara, permainan para aktor, komposisi ruang
pada pentas, tata rias, kostum, perlengkapan panggung, dan kehadiran penonton.
Teater
terkadang juga disebut “drama” atau “sandiwara”. Kata drama berasal dari bahasa
Yunani “dram” yang berarti “gerak”, sedangkan kata sandiwara secara etimologis
berasal dari kata “sandi” (Jawa), yang berarti “rahasia” dan “warah” yang
berarti “ajaran”. Sandiwara secara terminologis berarti “ajaran yang
disampaikan secara rahasia atau tidak terang-terangan”.
Ada lima tahap
yang memungkinkan sebuah peristiwa teater bias terwujud, yakni: 1) Lahirnya
impian, gagasan, atau ide. 2) Optimalisasi pengetahuan dan keahlian berteater.
3) Bergulirnya proses kreatif. 4) Terjadinya tindakan berteater. 5) Kebersamaan
yang saling berbagi.
D.
Seni Rupa
Seni rupa
adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap
mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan
estetika.
Seni rupa
dibedakan ke dalam dua kategori yaitu:
1.
Seni rupa murni
2.
Seni rupa terapan
Seni rupa murni
mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan ekspresi pribadi.
Sementara kriya dan desain, lebih mementingkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara umum,
terjemahan seni rupa di dalam bahasa Inggris adalah “Fine Art”. Namun, sesuai
perkembangan dunia seni modern, istilah “Fine Art” menjadi lebih spesifik
kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan seni
rupa desain dan seni rupa kriya ke dalam bahasa “Visual Arts” atau “Applied
Arts” atau dalam bahasa indonesia adalah seni rupa terapan.
Seni rupa
terapan mengacu kepada aplikasi desain dan estetika terhadap benda-benda yang
dipergunakan manusia sehari-harinya. Sementara seni rupa murni, diciptakan
hanya untuk pemuasan ekspresi pribadi, seni rupa terapan menggunakan desain dan
idealisme kreatif untuk menciptakan benda-benda keperluan sehari-hari, seperti
cangkir atau bangku, dekorasi taman.
Bidang-bidang
seperti desain industri, desain grafis, desain interior, seni dekorasi, dan
seni fungsional, merupakan contoh-contoh seni rupa terapan. Dalam konteks
kreatif dan abstrak, bidang arsitektur dan fotografi juga dianggap sebagai seni
rupa terapan.
1.
Seni Rupa Murni
Seni rupa murni
(pare/fine art) merupakan seni rupa yang tidak memperhatikan unsur praktis.
Karya seni rupa murni diciptakan khusus berdasarkan kreativitas dan ekspresi pribadi
pembuatnya.
Dalam seni rupa
murni, terdapat beberapa aliran gaya. Aliran gaya, yaitu aliran dalam gerakan
seni rupa yang memiliki ideologi dan ciri khas yang unik dan baru dalam
karya-karya yang dihasilkannya. Aliran seni rupa, di antaranya romantisme,
ekspresionistne, impresionisme, dan surcalisme. Cabang-cabang seni rupa murni,
di antaranya sebagai berikut :
1)
Seni Lukis
Seni lukis
merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua dimensi. Karya seni
lukis, umumnya dibuat di atas kain kanvas dengan menggunakan cat minyak atau
cat akrilik. Karya seni lukis bergaya naturalis (potert) dibuat sesuai dengan
objek aslinya, misalnya pemandangan alam, manusia, atau binatang. Karya lukis
bergaya ekspresionis (penuh perasaan) dibuat sesuai dengan ekspresi emosi
pelukisnya, seperti dalam pemilihan objek, figur, warna, dan garis. Karya lukis
abstrak, berbentuk tidak nyata atau tersamar sesuai dengan khayalan pelukisnya
sehingga kurang dimengerti oleh orang awam. Namun, karya lukis abstrak mengandung
berbagai alternatif baru dalam karya seni rupa
2)
Seni Grafis
Seni grafis
merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua dimensi. Seni
grafis dapat dibuat dengan teknik sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan),
etsa (pengasaman pada bahan metal), dan lito (pencetakan dengan batu litho).
3)
Seni Patung
Seni patung
merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berbentuk tiga dimensi. Bahan
yang digunakan untuk membuat patung, di antaranya kayu, batu, atau logam. Karya
patung yang besar biasa disebut seni monumental.
4)
Seni Keramik
Seni keramik
dapat juga dikategorikan sebagai cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud
tiga dimensi. Keramik dibuat dengan menggunakan bahan utama tempung, kaolin,
atau tanah.
2.
Seni Rupa Terapan
Seni rupa
Terapan atau biasa disebut dengan istilah Applied Art adalah suatu karya
senirupa yang memiliki nilai kegunaan atau fungsional sekaligus memiliki nilai
seni. Karya seni rupa ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau
pemenuhan kebutuhan sehari-hari secara materi, misalnya furniture, tekstil dan
keramik.
Supaya lebih
mudah memahami dan mengerti tentang senirupa terapan, maka senirupa terapan
dibagi dalam beberapa kategori seperti kategori menurut fungsinya, wujudnya
serta jenis- jenis bentuknya.
Ø Karya seni rupa
terapan memiliki dua fungsi sebagai berikut.
a.
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis
(kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga
memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi,
lemari, dan tekstil.
b.
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis
(keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya
batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda
kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
Ø Berdasarkan
wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu
sebagai berikut.
a.
Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra)
Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai
ukuran panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya,
wayang kulit, tenun, dan batik.
b.
Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra)
Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat
dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata
tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung
Ø Pembagian
Senirupa Terapan berdasarkan Bentuknya
Karya seni rupa
terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk,
fungsi, dan teknik pembuatannya. Bentuk karya seni rupa terapan tersebut disini
kami membaginya dalam empat kategori :
·
Rumah adat
·
Senjata Tradisional
·
Transportasi Tradisional
·
dan terakhir Seni Kriya
Contoh karya seni rupa terapan, yaitu :
1)
Ukiran
Ukiran adalah
kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan
ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu.
2)
Batik
Batik adalah
salah satu cara pembuatan bahan pakaian.